Postingan

Menampilkan postingan dengan label Rumah Panggung

Sejarah Simamonen chapter VI

Gambar
Peternakan Kerbau di Simamonen Kerbau di simamonen bukan sekedar ternak. Lebih dari itu, ia dalah lambang status, dan juga kekayaan. Di simamonen pernah mengalami perkembangan kerbau yang sangat melimpah. Sehingga diperkirakan kerbau mencapai 700 ekor pada zaman itu.  Awal mula berternak kerbau Praktik berternak kerbau diperkirakan telah dimulai tak lama setelah masyarakat menetap dan membuka lahan sawah secara lebih serius. Di mana masyarakat mulai memikirkan kehidupan yang terjamin dan menetap di suatu titik yang paling aman dan nyaman.  Seiring dengan bentuk kehidupan yang kian tertata, masyarakat mulai melirik ke dalam bidang peternakan. Mereka melihat peluang pada peternakan kerbau, karena di daerah simamonen memiliki lahan yang cukup mendukung untuk peternakan kerbau. satu dua masyarakat simamonen mulai membeli induk kerbau dari luar untuk dikembangkan di simamonen. Bagi sebagian orang yang tidak sanggup membeli kerbau, ia meminjam induk kerbau orang lain untuk ia gembal...

Sejarah Simamonen Chapter II

Gambar
  Kehidupan Awal Di Simamonen Mendirikan Kehidupan: Alam, Ladang, Peternakan, dan Identitas Sosial Setelah menetap di dataran yang masih penuh hutan rimba, Badul Amin dan keluarga membuka lembaran pertama sejarah kehidupan manusia di Simamonen. Wilayah yang semula sunyi, kini mulai dihidupkan dengan aktivitas sehari-hari yang berpadu erat dengan alam. Dari sanalah lahir pondasi budaya dan tatanan sosial yang kelak membentuk identitas Simamonen. Pertanian, Kerajinan, dan Aktivitas Sehari-Hari. Seiring waktu, mereka mulai mengolah lahan dengan alat seadanya dan hanya bermodal kerja keras, mereka membuka lahan pertanian. Padi ladang, singkong, dan pisang mulai ditanami oleh masyarakat untuk kebutuhan kehidupan sehari-hari. Di samping itu mereka juga tak jarang melakukan perburuan atau berjerat Rusa dan Kijang untuk kebutuhan pangan dan gizi protein yang mereka butuhkan. Selain itu mereka juga sering menangkap ikan dengan alat perangkap yang mereka buat sendiri yang berbahan dasar bamb...

Rumah Kayu Simamonen: Arsitektur Kearifan Lokal yang Kian Menghilang

Gambar
Rumah Kayu Simamonen: Gaya Arsitektur Leluhur yang Kian Menghilang Rumah Kayu Simamonen: Arsitektur Kearifan Lokal yang Kian Menghilang Beberapa tahun lagi rumah dengan gaya arsitektur yang khas yang berada di desa Simamonen mungkin akan secepatnya hilang dan hanya tinggal potret atau ingatan yang samar. Gaya rumah kayu panggung dulu begitu akrab di Simamonen. Belakangan ini sudah bergeser ke gaya arsitektur modern. Rumah panggung dengan gaya arsitektur yang memiliki khas tersendiri ini kini berubah menjadi bangunan yang menggunakan bahan beton. Jumlah rumah dengan gaya arsitektur tradisional ini tidak banyak lagi yang masih berdiri di simamonen dan hanya tersisa 13 rumah lagi. Tidak banyak yang menyadari bahwa rumah kayu peninggalan leluhur ini sedang berada di ujung usia. Lima atau sepuluh tahun ke depan, jejak arsitektur ini mungkin benar benar lenyap dari kampung Simamonen. Gaya arsitektur yang dibangun dengan kearifan lokal dan memiliki beberapa keunikan dan alasan tertentu mung...

Postingan populer dari blog ini

TRADISI MANUBA DI SIMAMONEN

LEGENDA SI JIBUN

Sejarah Simamonen Chapter I